
Carole Ghosn, dalam surat setebal sembilan halaman meminta kepada direktur Jepang untuk Human Rights Watch, Kanae Doi untuk menyoroti perlakuan kasar dan ketidakadilan terkait hak asasi manusia yang dialami suaminya, yang ditimbulkan oleh sistem peradilan Jepang.
Ghosn bertanggung jawab atas aliansi yang mencakup Nissan, Mitsubishi dan Renault, hingga penangkapan atas dirinya di pertengahan November tahun lalu mengejutkan industri.
Pejabat dari Human Rights Watch yang bermarkas di New York, Nissan dan kedutaan besar Amerika Serikat di Jepang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar atas surat tersebut.
Nissan mengatakan pada Jumat lalu bahwa pihaknya telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Ghosn dengan jaksa Tokyo terkait dengan penyalahgunaan "sejumlah besar dana perusahaan."
Jaksa penuntut di Jepang sering mencoba mengekstraksi pengakuan dari tahanan yang dapat berlangsung berbulan-bulan, kata Carole Ghosn dalam surat itu.
"Selama berjam-jam setiap hari, para jaksa menginterogasinya, mencambuknya, menceramahinya dan mencaci makinya, di luar kehadiran pengacaranya, dalam upaya untuk mengekstraksi pengakuan," katanya.
"Tidak seorang pun harus dipaksa menanggung apa yang dihadapi suami saya setiap hari, khususnya di negara maju seperti Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia," kata Carole menambahkan. (mik/mik)
http://bit.ly/2RL9AK4
January 14, 2019 at 11:51PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RL9AK4
via IFTTT
No comments:
Post a Comment