Mengutip RTI Infokom, investor pada pagi ini telah bertransaksi sebesar Rp287,57 miliar dengan volume 751,57 juta saham. Sementara, investor asing tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp11,01 miliar.
Sebanyak 108 saham bergerak menguat, sedangkan 82 turun, dan 147 lainnya tidak bergerak. Adapu tujuh dari 10 sektoral melemah, khususnya sektor agrikultur yang turun 0,24 persen.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh data inflasi Desember 2018. Menurutnya, inflasi tahun lalu sebesar 3,2 persen atau sama dengan prediksi Bank Indonesia (BI).
"Artinya masih stabil (secara tahunan)," kata Nafan.
Namun, pelemahan harga komoditas memberikan sentimen negatif untuk indeks. Ia meramalkan IHSG dapat tembus hingga 6.200 hari ini. Tepatnya, indeks bergerak dalam rentang support 6.158-6.176 dan resistance 6.212-6.229.
Kemudian, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memproyeksi sentimen 'January effect' kembali terjadi awal tahun ini. January effect merupakan fenomena yang menggambarkan penguatan saham pada Januari.
"IHSG diprediksi menguat, support 6.158-6.176 resistance 6.212-6.230," papar Dennies. (aud/agi)
http://bit.ly/2TmriRf
January 02, 2019 at 04:20PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TmriRf
via IFTTT
No comments:
Post a Comment