
Salah satu bentuk sehatnya bisnis Advan adalah produktivitas pabrik Advan terkait perakitan ponsel dan perangkat PC tablet.
"30 ribu unit smartphone per hari dirakit di pabrik Advan. Kuantitas produksi masih fluktuatif tapi ada beberapa masa kita full capacity," ujar General Manager Sales Advan Ellen Angerani Gunawan saat melakukan konferensi pers konfirmasi kepailitan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).
"2019, akan memenuhi produk di level harga Rp 800 ribu dan Rp 1,5 juta. Tapi untuk tipe high-end dalam satu semester maksimum kami hanya dua tipe saja (yang harga Rp 2 juta ke atas)," ujar Ellen.
Ellen mengatakan Advan menargetkan peningkatan penjualan 20 persen pada tahun 2019 dari tahun sebelumnya. Ia mengatakan pihaknya mengeluarkan uang yang besar untuk divisi penelitian dan pengembangan (R&D). Saat ini Advan memiliki pusat R&D di China.
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dimiliki Advan, disebut Ellen merupakan yang tertinggi di antara merek ponsel lokal. TKDN dalam setiap perangkat Advan mencapai 35,2 persen, sebelumnya perangkat TKDN Advan mencapai sekitar 34 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Public Relations Manager Advan Mohamad Ilham Pratama menjelaskan dampak akibat misinformasi kepailitan memang tidak berdampak langsung terhadap penjualan. Akan tetapi, banyak pihak khususnya dealer utama dan toko yang mempertanyakan kredibilitas.
"Dampaknya kalau ke penjualan secara signifikan belum, tapi lebih ke mitra-mitra bisnis master dealer mereka tanya kebenaran pailit dan mungkin persepsi masyarakat umum yang sudah membaca," tutur Ilham. (age/age)
http://bit.ly/2MVHjf4
February 09, 2019 at 09:37AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2MVHjf4
via IFTTT
No comments:
Post a Comment