
Pernyataan itu diutarakan oleh para kiai Nahdlatul Ulama kultural, salah satunya oleh KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam yang merupakan cucu pendiri NU, KH Wahab Hasbullah.
Razaq mengatakan, pihaknya kini memohon kepada pemerintah dan kepolisian, khususnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, agar segera mengakhiri kerusuhan.
Menurutnya kegaduhan ini adalah buntut dari proses pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019, yang jauh dari unsur jujur dan adil.
"Kami berpandangan bahwa tragedi dan kegaduhan ini adalah akumulasi dari proses pelaksanaan pemilu yang diduga tidak memenuhi asas luber dan jurdil," katanya.
Rozak menambahkan, BKSN berharap Polri lebih proporsional dalam melakukan pengamanan aksi damai, dan hanya menindak penyusup yang menjadi provokator.
Tak hanya itu, BKSN, kata dia, juga mendorong penyelesaian setiap masalah yang ada, dengan menggunakan cara-cara yang sesuai koridor hukum dan konstitusional.
"Selanjutnya kami meminta kepada pemerintah, khususnya Polri untuk bertindak adil, profesional, dan proporsional agar tidak bertambah lagi korban. Kami mendukung langkah langkah yang diambil para pihak untuk menempuh jalur hukum, sesuai konstitusi," ujarnya.
Lebih lanjut, para kiai pun mengimbau massa untuk berdoa dan salat gaib yang ditujukan kepada enam orang yang meninggal dalam kerusuhan 21-22 Mei. (frd/ayp)
http://bit.ly/2YGznmn
May 23, 2019 at 05:48AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2YGznmn
via IFTTT
No comments:
Post a Comment