
Diketahui, pasar sedang berspekulasi The Fed bakal menurunkan suku bunga acuan pasca Departemen Tenaga Kerja AS menyebut bahwa data pertumbuhan pekerjaan nonpertanian AS (non-farm payroll) per Mei 2019 hanya meningkat 75 ribu, lebih rendah dibandingkan dengan prediksi ekonom yang mencapai 185 ribu.Untuk itu, Dennies cukup optimistis pergerakan IHSG tak jauh-jauh dari 6.200-6.300. Tepatnya, indeks diramalkan berada dalam rentang support 6.235-6.270 dan resistance 6.324-6.343.Tak sependapat, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan peluang IHSG untuk melanjutkan penguatannya terbuka cukup lebar. Ini lantaran pasar saham Indonesia sedang berada dalam tren kenaikan dalam jangka panjang."Perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih akan dapat melanjutkan kenaikan," kata William melalui risetnya. Menurutnya, IHSG akan bergerak di level support 6.123 dan resistance 6.336. Ia menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan saham perbankan, khususnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM). Sebagai informasi, penguatan IHSG kemarin mulai terbatas hanya 0,26 persen. Padahal, beberapa hari terakhir indeks meningkat lebih dari 1 persen. Sementara, pelaku pasar asing konsisten mencatatkan beli bersih atau net buy sejak sebelum libur Lebaran. Pada perdagangan Selasa (11/6), mereka beli bersih di all market sebesar Rp241,4 miliar.Sebaliknya, bursa saham Wall Street tampak menunjukkan pelemahan tadi malam. Rinciannya, Dow Jones turun 0,05 persen, S&P500 0,03 persen, dan Nasdaq Composite 0,01 persen. (aud/agt)
http://bit.ly/2ZgxlK4
June 12, 2019 at 01:51PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2ZgxlK4
via IFTTT
No comments:
Post a Comment