
Tentara Israel melaporkan bahwa roket itu dilontarkan pada tengah malam. Namun, mereka tak menjabarkan lebih lanjut sasaran dan dampak dari serangan itu.
Namun, sejumlah media Israel yang dikutip AFP melaporkan bahwa aparat setempat mendeteksi roket itu mengarah ke lapangan terbuka sehingga alarm di sekitar lokasi tidak berbunyi.
Sehari sebelumnya, satu roket juga ditembakkan dari arah wilayah Jalur Gaza yang dikuasai oleh kubu Hamas.
Situasi di sekitar Jalur Gaza memang kian tegang dalam sebulan terakhir. Pada Minggu, tiga warga Palestina tewas di tangan tentara Israel di utara Jalur Gaza.
Sehari sebelumnya, tentara Israel menembak mati empat warga Palestina bersenjata berat. Salah satu warga Palestina itu dilaporkan berhasil menerobos perbatasan dan melemparkan granat ke arah tentara Israel.
Ketegangan di Jalur Gaza mulai meningkat sejak Maret 2018 lalu, ketika warga Palestina menggelar aksi demonstrasi besar-besaran rutin setiap Jumat.
Tak jarang, protes yang dilakukan tepat di depan perbatasan Israel itu memicu kericuhan hingga menyebabkan bentrokan antara warga Palestina dan militer Israel.
Militer Israel tak segan melontarkan tembakan ke arah pendemo yang dianggapnya "mengancam keamanan Israel."
Israel menyatakan tindakannya itu diperlukan untuk mempertahankan keamanan di perbatasan dan menghentikan serangan massal ke wilayahnya.
Setidaknya 305 warga Palestina tewas di tangan tentara Israel sejak protes besar-besaran itu berlangsung. (has)
https://ift.tt/31UNkic
August 22, 2019 at 02:47PM from CNN Indonesia https://ift.tt/31UNkic
via IFTTT
No comments:
Post a Comment