Pages

Thursday, November 28, 2019

Realme Bakal Serius Garap Pasar Ponsel Premium

Jakarta, CNN Indonesia -- Realme bersiap untuk menggarap ponsel premium. diungkap Brand Manager Realme Indonesia Palson Yi usai meluncurkan Realme X2 Pro yang disematkan chipset papan atas, Qualcomm Snapdragon 855 Plus.

Pasalnya, saat pertama masuk ke Indonesia, Oppo menyebut akan menjadikan subbrand Realme sebagai merek untuk menggempur pasar ponsel kelas menengah dan bawah. Tapi , nyatanya saat ini Realme juga menggarap segmen ponsel high end (kelas atas) dengan meluncurkan X2 Pro.

Palson berkilah kalau perusahaannya tak membatasi diri hanya menyasar pasar ponsel murah dan menengah saja. Ia mengatakan Realme selalu berusaha untuk menantang diri agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.


Palson mengatakan pihaknya akan fokus menggarap ponsel high-end usai pencapaian menembus peringkat empat pada kuartal tiga 2019 (periode Juni-September).

"Memang kita sudah ditanyakan dari pertama kali Realme ada, flagship itu kapan, dan inilah jawabannya satu tahun kemudian [...] Jadi peluncuran X2 Pro adalah pengumuman resmi bahwa kita masuk ke pasar high end," kata Felix.

Menurut Felix, bisnis Realme terus berkembang secara eksponensial, mulai dari jumlah pengguna yang menembus angka 3 juta hingga pencapaian Realme masuk ke empat besar merek ponsel terkemuka di Indonesia versi IDC.

Berdasarkan data IDC, berturut-turut peringkat vendor ponsel di Indonesia pada kuartal 3 2019 (Q3 2019; Juli-September 2019) sebagaimana tercantum dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/11) adalah Oppo (26,2 persen), Vivo (22,8 persen), Samsung (19,4 persen), Realme (12,6 persen), dan Xiaomi (12,5 persen).

Incar euforia belanja akhir tahun

Realme Bakal Serius Garap Pasar Ponsel PremiumRealme X2 Pro (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

Selain itu, Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian, menuturkan akhir tahun memang menjadi salah satu momen warga untuk membeli ponsel baru di Indonesia. Sebab, menurutnya bonus akhir tahun meningkatkan daya beli warga di momen ini.

Tingginya euforia belanja warga di akhir tahun ini menurut Felix juga tampak dari munculnya Hari Belanja Nasional (Harbolnas) pada 12.12.

"Harbolnas itu tidak ada kaitannya secara langsung yang pasti dengan peluncuran Realme X2 Pro. Tapi mulai munculnya flagship ini di momen tempat di mana kita sudah dewasa di Indonesia," kata Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian usai acara peluncuran X2 Pro dan 5S di Jakarta Barat, Rabu (27/11).

Momen lain yang jadi incaran untuk menjual ponsel adalah saat menjelang Lebaran ketika warga menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Fitur andalan ponsel flagship

Palson menjelaskan berbagai fitur andalan telah diberikan oleh X2 Pro agar bisa diterima pasar di Indonesia. Di antaranya adalah cipset terkuat Qualcomm, yakni 855 Plus.Prosesor dikombinasikan dengan RAM 12GB dan ROM 256 GB.

Tak hanya itu, X2 Pro juga disematkan layar dengan refresh rate 90 Hz yang menjadikan X2 Pro sebagai ponsel pertama yang memiliki fitur ini.

[Gambas:Video CNN]

Realme X2 Pro juga diberikan sistem pengisian baterai ponsel pintar tercepat di dunia dengan sistem pengisian baterai 50W SuperVOOC Flash Charge.

Realme X2 Pro memiliki baterai berkapasitas 4000 mAh. Pengisian daya baterai hingga penuh juga hanya membutuhkan 35 menit.

Realme X2 Pro juga dibekali dengan kamera utama 64 MP. Kamera lainnya memiliki resolusi 13 MP (telephoto) , 8 MP (ultra wide) dan 2MP (makro). (jnp/eks)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34uFqOt
November 29, 2019 at 02:10PM from CNN Indonesia https://ift.tt/34uFqOt
via IFTTT

IHSG Kena Sentil Sentimen Trump Teken UU Demokrasi Hong Kong

Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tak bertenaga pada perdagangan Jumat (29/11). Indeks saham tersentil sentimen Presiden AS Donald Trump yang meneken Undang-undang Demokrasi Hong Kong.

UU pro demonstran Hong Kong itu ditandatangani pada Rabu (27/11) waktu setempat dan sontak membuat pelaku pasar khawatir.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan kebijakan itu juga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap progres perundingan perang dagang AS dan China.

Mengutip AFP, Trump sebelumnya sempat memberi sinyal penolakan menandatangani RUU itu karena lebih mengedepankan hubungan dagang dengan China.

Namun, karena suara Kongres bulat mendukung, maka Trump mau tidak mau menandatangani RUU tersebut.

"China mengancam untuk membalas langkah Trump tersebut," katanya, dikutip dari riset tertulis, Jumat (29/11).

IHSG diramal melaju pada rentang support 5.892 dan resistance 6.000. Selain katalis global, Lanjar menuturkan pasar masih diselimuti aksi panik investor yang melakukan pencairan (redemption) reksadana.

Ini merupakan efek domino gagal bayar dari sejumlah aset management yang nilainya cukup fantastis. "Sehingga pada akhir pekan kami memperkirakan IHSG masih akan tertekan," imbuh dia.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menambahkan secara teknikal IHSG menunjukkan potensi pelemahan terbatas. "Dari dalam negeri masih minim sentimen pendorong," katanya.

Ia memprediksi IHSG akan melaju di rentang support 5.888-5.920 dan resistance 6.011-6.070. Di tengah potensi pelemahan ini, ia merekomendasikan beli saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

IHSG terpantau mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Kamis (28/11). Indeks ditutup di level 5.953 turun 69,97 poin atau 1,16 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,15 persen ke posisi 28.164, S&P 500 naik 0,42persen ke level 3.153, dan Nasdaq Composite naik 0,66 persen menjadi 8.705.
[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34F7yP3
November 29, 2019 at 02:02PM from CNN Indonesia https://ift.tt/34F7yP3
via IFTTT

Grandfather charged in toddler's cruise ship fall: 'I thought there was glass' - NBC News

Grandfather charged in toddler's cruise ship fall: 'I thought there was glass'  NBC News
Grandfather charged in toddler's cruise ship fall: 'I thought there was glass' - NBC News
Read More