Pages

Tuesday, April 30, 2019

Dua Mobil Land Rover Goda Konsumen Berkocek Tebal

Jakarta, CNN Indonesia -- Land Rover Discovery kini dijual di Indonesia dengan varian mesin baru, yakni 4-silinder 2.000 cc turbocharger. Peluncuran model baru ini dilakukan oleh Wahana Auto Ekamarga (WAE) selaku distributor Jaguar Land Rover di Jakarta, Selasa (30/4).

Generasi kelima Discovery sudah debut global pada September 2016. Saat itu pilihan mesinnya hanya ada satu, yaitu V6 3.000 cc supercharger.

Pilihan mesin 2.000 cc menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak. Ini karena mengusung mesin lebih kecil juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.


"SUV dengan tiga baris tempat duduk dan kapasitas tujuh penumpang ini, sekarang mendapatkan pilihan mesin baru yang menawarkan efisiensi bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang, tanpa mengorbankan kemampuannya sebagai sebuah SUV penjelajah terbaik," ujar Brand Director WAE, Jentri Izhar.

Mesin 2.000 cc pada Discovery mampu menghasilkan 300 tenaga kuda dengan torsi 400 Nm. Distribusi kemampuan itu disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis 8-percepatan yang bisa dioperasikan menggunakan command shift.

Tidak ada perubahan signifikan pada sektor selain mesin. Namun, Discovery sekarang punya warna atap sewarna bodi dan dipasangkan desain baru pelek 20 inci.

Discovery 2.000 cc dijual seharga Rp2,499 miliar off-the-road. Menurut pihak WAE, Discovery 3.000 cc masih bisa dibeli namun hanya berdasarkan pesanan.

Land Rover Discovery kini dijual di Indonesia dengan varian mesin baru.Land Rover Discovery kini dijual di Indonesia dengan varian mesin baru. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Discovery Sport

Selain meluncurkan Discovery, WAE juga meresmikan pemasaran pembaruan desain SUV lebih kecil, Discovery Sport. Mobil berkapasitas 5+2 penumpang ini sekarang punya atap dengan warna kontras bodi dan memakai pelek lebih besar, 20 inci, dari sebelumnya 18 inci.

Di kabin, pengemudi dan penumpang sekarang disuguhkan sistem audio Meridian. Selain itu tersedia juga dua colokan USB di semua baris jok. Fitur baru lainnya adalah Powered Gesture Tailgate buat memudahkan membuka tutup pintu belakang secara otomatis.

Discovery Sport yang menggunakan mesin 4-silinder 2.000 cc dan transmisi otomatis 9-percepatan sekarang dilego Rp1,699 miliar off-the-road. (fea/mik)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LdnTVK
May 01, 2019 at 02:21AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2LdnTVK
via IFTTT

Tak Hadiri Ijtimak Ulama III, Sandi Lebih Pilih ke Sumbar

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno belum menerima undangan menghadiri acara Ijtimak Ulama III yang akan diselenggarakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/5).

Ijtimak Ulama sebelumnya pernah digelar dua kali sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Kali ini Ijtimak Ulama akan membahas dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.

"Saya belum terima undangan," kata Sandi saat di temui di kawasan Jakarta Timur, Selasa (30/4).

Meskipun begitu, dia menyatakan tidak akan menghadiri acara tersebut. Menurut Sandi, dia telah berkoordinasi dengan calon presiden Prabowo Subianto untuk bertugas di tempat lain saat acara tersebut diadakan.


Sandi juga tidak menjelaskan apakah Prabowo akan menghadiri acara tersebut atau tidak.

"Jadi saya akan meninjau beberapa lokasi PPK (panitia pemilihan kecamatan) di Sumatera Barat besok," ujarnya.

Wacana Ijtimak Ulama III dilontarkan pertama kali oleh Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Sobri mengatakan Ijtimak Ulama digelar untuk merespons dugaan kecurangan pada Pemilu 2019.

Sandi Tak Akan Hadiri Ijtima Ulama IIIPrabowo Subianto bersama Ketua Umum PAN Zulkfili Hasan dan Sekjen PKS Mustafa Kamal menghadiri acara Ijtimak Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta , Minggu (16/9/2018). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Ijtimak Ulama sebelumnya diadakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada 2018. Dua Ijtimak ulama yang digelar itu semuanya membahas terkait dukungan peserta Ijtimak dalam Pilpres 2019.

Sejumlah ormas Islam telah membentuk panitia pelaksana untuk menggelar Ijtimak ulama III. Rencananya Ijtimak ulama III juga akan melibatkan tokoh politik.

Pada pertemuan itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga diberi kesempatan untuk memaparkan dugaan kecurangan Pemilu 2019. Pembahasan ini menjadi agenda utama Ijtimak Ulama III.


Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak, yang juga penanggung jawab Ijtimak ulama III menyebut tiga agenda pada pertemuan besok.

Pertama, pemaparan BPN dan relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentang pelaksanaan Pilpres 2019.

Kedua, peserta Ijtimak akan mendengarkan pemaparan aneka kecurangan dalam Pilpres 2019 dari ahli hukum, tata negara, politisi, serta pakar informasi dan teknologi. Ia menyebut kecurangan dalam pemilu kali ini terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

"Ketiga, diskusi dan musyawarah tentang mekanisme legal konstitusional dan syar'i menghadapi kecurangan," ujarnya.

(ani/pmg)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2XW21zO
May 01, 2019 at 02:12AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2XW21zO
via IFTTT

Hari Jazz dan Perayaan Musik Perjuangan Kaum Minoritas

Jakarta, CNN Indonesia -- Selasa (30/4) ini, dunia musik memeringati Hari Jazz Internasional.

Musik jazz
 sejatinya bukanlah musik kaum berada, anggapan yang masih beredar sampai saat ini. Dipandang sebagai musik klasik AS, jazz diperkenalkan oleh komunitas Afrika-Amerika di akhir abad 19, komunitas yang sama yang juga mempopulerkan musik blues yang kerap disebut sebagai 'ibunya' segala musik.

Situs UNESCO mencantumkan bahwa kata 'jazz' sendiri baru masuk kamus pada 1912. Namun musik tersebut telah diperdengarkan jauh sebelumnya, alunan tebal dan khas, yang menjadi istimewa karena tidak ada ketetapan pola yang mutlak harus diikuti. Musisi jazz bisa mengubah nada-nada yang dimainkannya sesuka hati, atau disebut improvisasi.

Nama Charles 'Buddy' Bolden (1877-1931) adalah yang pertama kali dikenal. Sayangnya, pria yang memainkan cornet, salah satu instrumen tiup yang terbuat dari kuningan itu, tidak pernah merekam lagu di studio. Tidak ada jejak musik apapun darinya, namun New Orleans, kota asal genre ini, lantas melahirkan banyak musisi lain yang mengembangkan gaya baru jazz, termasuk penyanyi Louis Armstrong.

Pada tahun 1920, puluhan juta rekaman jazz terjual, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri radio dengan pendengar yang meminta lebih banyak musik tersebut diputar. Jazz bukan lagi monopoli orang Afrika-Amerika semata, mereka yang berbeda warna kulit pun mulai menikmatinya, dan hal itu menjadi masalah.


Saat itu, mereka yang menganggap diri pakar dalam musik berpendapat bahwa jazz berantakan dan tak profesional, kebisingan yang dibuat oleh elemen masyarakat kelas bawah. Rasisme di AS masih sangat tinggi dan kondisinya serba-sulit untuk orang Afrika-Amerika, yang dianggap tak berpendidikan.

Karena tempat-tempat yang mau menerima orang Afrika-Amerika terbatas jumlahnya, kala itu musik jazz pun hanya bisa diperdengarkan di lokasi tertentu, seperti kelab malam atau rumah pelacuran. Mereka yang tak menyukai musik jazz lantas menyebut musik ini sebagai The Devil Music, atau Musik Iblis. Mereka beranggapan, jazz dimainkan untuk memikat para gadis kulit putih. Atau jazz membuat pendengarnya mabuk dan melakukan hal-hal buruk seperti bebas menari dengan pria Afrika Amerika.

Sementara di skena jazz itu sendiri, para pelakunya pun kerap terlibat utang-piutang dengan mafia. Musisi jazz yang kebanyakan datang dari kondisi ekonomi lemah, terjebak dalam popularitas dan narkoba. Kondisi yang buruk.

Pada 1927, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Radio atau Radio Act, di mana di dalamnya tercantum pelarangan memperdengarkan musik jazz di tempat umum. Di akhir 1920-an, setidaknya ada 60 komunitas di seluruh Amerika yang mengikuti kesepakatan tersebut.

Musik Jazz, Bentuk Perjuangan Kaum MinoritasDi masa 'tumbuh-kembang', musik jazz pernah disebut sebagai Musik Iblis. (morgueFile/ostephy)

Musik jazz dipandang subversif, usaha pemberontakan kaum Afrika-Amerika. Gaya improvisasi musisinya dinilai sebagai ketidakpatuhan. Namun hal ini justru membuat pelaku dan pencintanya semakin bersemangat. Pada akhirnya, jazz menjadi simbol perjuangan kaum Afrika-Amerika.

Baru-baru ini, Netflix merilis film dokumenter bertajuk 'Grass is Greener'. Di dalamnya, dijelaskan bahwa di era sulit itu, banyak musisi jazz yang menyanyikan lagu tentang ganja. Saat itu, pemerintah Amerika masih menolak mentah kehadiran tanaman tersebut dan hal ini memperburuk nilai sosial musik jazz.

Apalagi, waktu itu banyak lagu yang terang-terangan berbicara tentang ganja, yang disebut sebagai 'reefer'. Salah satunya, lagu 'Marijuana' dari Julie Lee dan 'When I Get Low, I Get High' yang dinyanyikan oleh Ella Fitzgerald.

Wanita dalam Musik Jazz

Di momen bersamaan, para wanita AS mulai menuntut hal-hal yang lebih tinggi dan lebih besar daripada hanya menjadi istri yang berdiam di rumah melalui gerakan bernama Women's Liberation Movement. Wanita Afrika-Amerika punya lebih banyak alasan untuk menyuarakan hati lewat musik jazz.

Musik Jazz, Bentuk Perjuangan Kaum MinoritasCandy Dulfer, seorang musisi wanita peniup saxophone yang pernah hadir di panggung Java Jazz Festival, Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Nama Rosetta Reitz menjadi penting di sini. Wanita kelahiran tahun 1924 itu adalah seorang feminis yang mempelajari, mencintai dan mengoleksi musik jazz. Ia mendirikan label rekaman yang memproduksi 18 album jazz dan blues yang dinyanyikan oleh hanya para wanita. Ia dikenal karena merekam ulang album-album bersejarah, meneliti latar belakang para musisi dan menulis catatan tentang mereka.

Peran wanita tak hanya di belakang layar. Mereka juga hadir di depan, sebagai penyanyi, penulis lagu, atau membuat aransemen lagu. Lambat-laun, mereka semakin percaya diri untuk memainkan alat musik seperti trumpet, saxophone, drum, atau bass.

Datang dari kaum minoritas, posisi wanita dalam musik jazz menjadi semakin minor. Melba Liston yang memainkan instrumen trombone selama lima dekade, mempunyai cerita hidup kelam. Ia didiskriminasi, dipukuli dan dilecehkan secara seksual. Namun Liston juga mendirikan jazz band yang semua personelnya wanita, menelurkan album legendaris 'Melba Liston & Her Bones' dan menjabat sebagai Direktur Studi Musik Populer di sekolah musik Jamaica Institute of Music.

Ada pula Lil Hardin Armstrong, seorang musisi jazz yang amat dihormati. Seorang komposer, pianis dan pemimpin band yang mempunyai peran penting untuk Louis Armstrong, serta meninggalkan jejak mengesankan di King Oliver's Creole Jazz Band, band legendaris di ranah jazz. Sejajar dengan kedua nama di atas, masih banyak wanita-wanita lain yang turut membentuk jazz sampai hari ini, misalnya pianis dan komposer Toshiko Akiyoshi yang belajar jazz secara otodidak di kedai-kedai jazz di Jepang.


Hari ini, Akiyoshi dikenal sebagai legenda Toshiko Akiyoshi Jazz Orchestra dan telah 14 kali menjadi nomine Grammy Award.

Di Indonesia sendiri, musik jazz pernah dianggap sebagai musik kaum elit. Tidak terjangkau seperti halnya musik pop. Pendapat yang lucu, karena siapa bisa menentukan apa yang harus didengar seseorang? Keberadaan platform musik seperti YouTube dan Spotify pun mengubah status 'mahal' jazz.

Hampir 100 tahun sejak populernya, musik jazz terus dimainkan dan diperdengarkan tanpa henti, orang dari berbagai kalangan mendengarkannya dan menari mengikuti irama, apapun ras dan warna kulit mereka. Seperti biasa, musik selalu memiliki caranya sendiri untuk menyentuh kehidupan seseorang. (rea)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2V5sBt9
May 01, 2019 at 02:05AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2V5sBt9
via IFTTT