"Kami ingin mengakhiri kekebalan hukum yang ditetapkan konstitusi. Rancangan undang-undang ini memungkinkan mengadili seorang presiden seperti rakyat biasa," ucap Obrador, Selasa (4/12).
"Tentunya, itu berarti memungkinkan mengadili dia (presiden) karena kasus korupsi, terutama ketika dia masih menjabat."
Obrador, yang baru resmi menjabat pada 1 Desember lalu, juga memotong gaji dirinya sendiri sebanyak 60 persen. Dia juga menjual sedikitnya 60 pesawat milik pemerintah, termasuk pesawat kepresidenan, dan 70 helikopter negara.
Pesawat kepresidenan yang dibeli 6 tahun silam senilai US$218 juta atau setara Rp3,1 triliun itu disebut Orbador sebagai simbol kemewahan yang tak sebanding dengan kondisi negara.
"Kami menjual seluruh pesawat dan helikopter yang selama ini digunakan politikus-politikus korup," ucap Obrador.
"Rakyat memilih untuk sebuah perubahan dan kami akan menerapkan kebijakan penghematan," katanya dikutip AFP.
"Ketika seorang pejabat publik setuju untuk dibayar 600 ribu peso per bulan, itu adalah korupsi. Di negara dengan kemiskinan yang begitu dalam seperti ini, mendapatkan gaji sebesar itu bagi seorang pegawai negeri adalah tindakan tidak jujur."
Obrador memenangkan pemilu presiden pada 1 Juli lalu. Sebelumnya, mantan Wali Kota Mexico City itu juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu 2006 dan 2012.
Dikenal dengan gaya hidup sederhana, Obrador tidak mau tinggal di Los Pinos, kediaman presiden Meksiko yang mewah. (has)
https://ift.tt/2AUDW2f
December 06, 2018 at 07:17AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2AUDW2f
via IFTTT
No comments:
Post a Comment