
Said mengatakan kunjungan ini merupakan silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa polemik pembakaran bendera tauhid yang sempat terjadi beberapa waktu lalu telah selesai.
"Jadi mereka datang kemari untuk mempertegas hubungan NU dengan masyarakat Saudi. Ya, meski ada gesekan, kadang-kadang, tapi ini akan bawa berkah," ujar Said.
Yahya merupakan dubes baru pengganti Osammah Muhammad Al-Saibi yang sempat berpolemik terkait cuitan di akun Twitter tentang kasus pembakaran bendera tauhid. Saat itu Osammah mengatakan bahwa pembakaran dilakukan oleh oknum organisasi sesat di Indonesia.Said mengaku sempat tersinggung dengan kicauan Osammah tersebut. Sebab, faktanya pelaku pembakaran bendera itu telah dijatuhi hukuman dan permasalahan pun telah dibahas bersama Menkopolhukam Wiranto hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Beliau (Osammah) kemudian ditarik dan diganti dengan dubes (Yahya) yang jenius dan memiliki kecerdasan berpolitik. Dia mantan dubes di Swiss sehingga terbuka, moderat, toleran, dan jauh dari kekerasan, apalagi radikal," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yahya menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bertujuan mempererat hubungan persaudaraan Indonesia dengan Saudi.
Di mata pemerintah Saudi, Indonesia terkenal dengan jumlah penduduknya yang mayoritas beragama Islam.
"Ada ikatan spiritual dengan umat Islam di Indonesia yang sangat banyak dengan Makkah-Madinah. Ini pertama kali kunjungan dan mudah-mudahan saling manfaat dan menguntungkan," ucapnya.
(psp/wis)http://bit.ly/2At2i3H
January 03, 2019 at 11:50PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2At2i3H
via IFTTT
No comments:
Post a Comment