Marquez tampaknya masih ingat dengan insiden yang terjadi dalam konferensi pers jelang MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pada September 2018. Kala itu, Rossi menolak ajakan jabat tangan pebalap asal Spanyol tersebut.
"Saya sudah pernah melakukannya [menawarkan diri untuk salaman dengan Rossi], bukan? Tidak akan lagi saya mengulanginya kembali. Saya sudah melakukan itu sekali dan itu cukup," kata Marquez seperti yang dikutip dari situs GP One pada Senin (4/2).
"Saya tidak dendam kepada dia [Rossi], malah saya mengagumi apa yang dia lakukan. Saya ingin mencapai usia seperti dia dan membalap dengan cepat. Saya juga yakin dia akan menjadi rival yang hebat di lintasan," katanya menambahkan.
Tahun lalu. hubungan Rossi dengan Marquez memanas setelah insiden di MotoGP Argentina pada April 2018. Ketika itu Marquez dan Rossi berbenturan pada tikungan ke-13 yang menyebabkan The Doctor terjatuh.
Valentino Rossi dan Marc Marquez berada dalam satu lintasan. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Insiden itu terjadi di depan awak media dan empat pebalap lainnya yang hadir dalam konferensi pers MotoGP San Marino: Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Pecco Bagnaia.
Setelah Rossi menolak jabat tangannya, Marquez mengatakan, "Situasinya selalu seperti ini. Maksud saya, saya bisa apa lagi? Ini sudah dua kali [saya berusaha minta maaf]. Tidak masalah. Saya akan membalap dengan cara yang sama."
Menanggapi pernyataan Marquez, Rossi kemudian merespons, "Kami tidak perlu berjabat tangan. Kami baik-baik saja. Kami tidak punya masalah."
Seri balapan MotoGP pertama tahun ini akan dimulai di Sirkuit Internasional Losail dalam Grand Prix Qatar pada 10 Maret. (nva/sry)
http://bit.ly/2UDbgmI
February 05, 2019 at 03:21AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2UDbgmI
via IFTTT
Valentino Rossi dan Marc Marquez berada dalam satu lintasan. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
No comments:
Post a Comment