Pages

Sunday, March 31, 2019

People Power Amien Rais, Gertakan dari Orang 'Tak Terpakai'

Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Amien Rais menyatakan akan membuat people power jika timnya menemukan kecurangan pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Namun Amien dinilai tak memiliki pengalaman dalam menggerakkan kekuatan rakyat alias people power.

Pernyataan Amien soal people power itu disampaikan saat Apel Siaga 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (31/3). Aksi kala itu diikuti beberapa organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam.

Amien Rais sendiri menjabat Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara FPI mengikuti Ijtima Ulama yang merekomendasikan Prabowo menjadi calon presiden pada Pilpres 2019.

Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsuddin Haris menilai Amien Rais tak memiliki massa pendukung untuk menggerakkan people power. Karena itu, dia menganggap celotehan Amien terkait hal ini tak akan berdampak apa pun.


Syamsuddin mengatakan puncak popularitas Amien adalah saat Pilpres 2004. Saat itu Amien Rais menjadi capres, berpasangan dengan Siswono Yudo Husodo sebagai wakilnya. Namun pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu menduduki posisi buncit di pilpres.

Berdasarkan pengalaman itu, Syamsuddin menganggap Amien tak punya massa pendukung, apalagi saat ini. Dia juga menilai Amien tak memiliki pengalaman dalam menggerakkan kekuatan rakyat.

"People power dari mana? Pak Amien Rais enggak punya massa pendukung. Waktu Amien Rais di puncak popularitasnya, ketika maju sebagai capres, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo cuma meraih posisi ke-4 dari 5 capres," kata Syamsuddin kepada CNNIndonesia.com, Senini (1/4).


Haris menganggap pernyataan Amien tidak relevan dengan situasi masyarakat saat ini. Menurutnya, masyarakat sudah bosan dengan celotehan Amien yang umumnya disampaikan tidak pada tempatnya.

"Pernyataan itu patut kita sayangkan, tapi enggak punya dampak juga. Dia enggak punya massa, publik sudah tahu, Pak Amien cuma suara orang yang tidak terpakai saja," ujarnya.

Ancam People Power, Amien Rais Dinilai Tak Punya MassaAmien Rais (kiri) bersama calon presiden dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Peringatan Peserta Pemilu

Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai pernyataan Amien Rais sebagai peringatan bagi KPU dan pemerintah agar tidak menyalahgunakan kekuasaan demi memenangkan pemilu.

Menurut Aditya, Amien menyampaikan seruan terkait people power itu dalam konteks dirinya sebagai peserta pemilu. Pernyataan itu dianggap sebagai kekhawatiran Amien terkait dominasi petahana dalam proses penyelenggaraan pemilu.

"Itu warning, pesan yang ingin disampaikan oleh Pak Amien jangan melakukan abuse of power untuk memenangkan pemilu," kata Aditya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.


Namun, Aditya menilai KPU telah berusaha menjaga netralitas dan tidak berpihak pada salah satu peserta pemilu. Menurutnya, komplain Amien sebagai peserta pemilu merupakan hal yang biasa dalam proses demokrasi.

"Biasanya memang begitu ada ketidakpuasan, selalu mengalamatkan kepada petahana atau penyelenggara yang dianggap berpihak," ujarnya.

Aditya menyayangkan Amien yang tak mau menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa pemilu. Dia mengatakan konflik itu harus dilembagakan melalui mekanisme pengadilan di lembaga peradilan pemilu, seperti Mahkamah Konstitusi.

Ancam People Power, Amien Rais Dinilai Tak Punya MassaSejumlah aktifis pro-demokrasi saat mendaftarkan uji materi UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Dia berpendapat penyelesaian konflik di lapangan tak akan pernah selesai dan justru mengancam demokrasi di Indonesia. Aditya menilai rencana menggerakkan massa untuk memprotes dugaan kecurangan pemilu merupakan cara inkonstitusional.

"Kalaupun mau melakukan people power, itu kan juga pihak yang menjadi bagian peserta pemilu. Mereka adalah loyalis peserta pemilu. Itu akan berpotensi menjadi konflik," ujarnya.

Menurutnya, semua mekanisme penyelesaian konflik sudah diatur dalam undang-undang. Sementara Amien Rais merupakan bagian pihak yang ikut mendorong proses demokratisasi di era reformasi.

Aditya menyoroti kondisi masyarakat yang saat ini sudah terpolarisasi pada dua kelompok, yaitu kubu pendukung Jokowi dan Prabowo. Dia mengatakan ketika muncul ketidakpercayaan dari peserta pemilu yang dilakukan dengan cara penggalangan massa besar-besaran, maka bukan tidak mungkin peserta pemilu yang lain akan melakukan hal yang sama.

"Ketika ketemu di jalanan, potensi konfliknya besar, dampaknya serius. Apa mau perang di jalanan gara-gara hasil pemilunya dianggap enggak legitimate oleh pihak lain," ujarnya.

Sebelumnya, Amien Rais menyatakan akan mengerahkan massa jika timnya menemukan bukti kecurangan pemilu secara sistematik, terukur dan masif. Dia tak mau lagi menggugat ke MK sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami enggak akan ke MK lagi, kami langsung people power," kata Amien Rais di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (31/3).

Pada Pilpres 2014, Amien Rais medukung kubu capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa. Saat itu timnya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pilpres. Namun MK menolak seluruh gugatan tersebut.


[Gambas:Video CNN] (pmg/gil)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FGy5jx
April 01, 2019 at 06:46PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FGy5jx
via IFTTT

No comments:

Post a Comment