Dehidrasi terjadi saat tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan munculnya gejala berupa rasa haus, warna urine lebih pekat, mulut kering, dan kelelahan. Kondisi ini bisa membuat tubuh mengalami detak jantung yang tidak teratur, pusing, infeksi kandung kemih, hingga merusak ginjal.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi saat bulan puasa. Orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi 2,5 liter air putih setiap hari sebagai sumber cairan atau sekitar delapan gelas.
Ahli gizi dari IPB, Hardinsyah menyarankan untuk meminum air putih saat sahur dan berbuka dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi."Jadi, total delapan gelas air putih satu hari di luar cairan lain [cairan dari makanan atau minuman berwarna] agar tubuh tidak kekurangan cairan," kata Hardinsyah beberapa waktu lalu.
Minumlah segelas air putih ketika bangun tidur saat hendak sahur. Lalu, konsumsi segelas 2-3 gelas air putih setelah makan sahur.
Saat berbuka puasa, Hardinsyah menyarankan kembali mengonsumsi segelas air putih. Lanjutkan dengan 2-3 gelas setelah makan dan satu gelas air putih sebelum tidur.
Hardinsyah juga menyarankan untuk memeriksa kondisi warna urine ketika berpuasa. Jika berwarna keruh atau kekuningan, artinya tubuh mulai dehidrasi dan cegah dengan memperbanyak konsumsi air putih. Urine yang normal berwarna jernih.
"Lihat air urine di sore hari, kalau kuning kecokelatan artinya masih kurang cairan dan pola konsumsi air harus diperbaiki," ucap Hardinsyah.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)
http://bit.ly/2PXPkS2
May 13, 2019 at 08:59PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2PXPkS2
via IFTTT
No comments:
Post a Comment