
Seperti dilansir AFP, Senin (6/5), menurut Menteri Dalam Negeri Vajira Abeywardena menyatakan mereka saat ini sudah memulangkan 600 warga asing, termasuk para ulama itu. Menurut dia, ratusan ulama itu sebenarnya masuk secara sah, tetapi mereka ketahuan melewati izin tinggal dan visa yang kedaluwarsa.
"Dengan pertimbangan situasi Sri Lanka saat ini, kami mengevaluasi sistem visa dan memutuskan memperketat pemberian visa bagi ustaz atau ulama. Ada sekitar 200 orang yang kami pulangkan," kata Abeywardena.
Abeywardena tidak merinci kewarganegaraan para ulama asing yang mereka pulangkan. Menurut mereka kebanyakan berasal dari Bangladesh, India, Maladewa, dan Pakistan.
"Ada sejumlah lembaga keagamaan yang mendatangkan ulama asing. Kami tidak punya masalah dengan mereka, tetapi belakangan kami mulai harus memberi perhatian lebih," kata Abeywardena
Aparat juga terus memburu sekitar 140 orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sri Lanka.
Pemerintah Sri Lanka sudah menyatakan kelompok Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim (JMI) sebagai organisasi terlarang. Pemimpinnya, Zahra Hashim, diduga adalah otak serangan teror yang tewas dalam serangan di Hotel Shangri-La.
Sampai saat ini pemerintah Sri Lanka mengerahkan aparat untuk menjaga rumah ibadah di seluruh negeri. Mereka membatalkan rencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah pekan ini, dan memperpanjang pemberlakuan jam malam. (ayp)
http://bit.ly/2LkUlWa
May 06, 2019 at 04:47PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2LkUlWa
via IFTTT
No comments:
Post a Comment