Pages

Tuesday, April 30, 2019

TKN Jokowi Gelar Syukuran Respons Hasil Sementara Pilpres

Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menggelar syukuran di sela rekapitulasi surat suara Pilpres 2019 di Situng KPU. Syukuran tersebut dihadiri seluruh elite dan direktur TKN Jokowi-Ma'ruf.

Mayoritas tim siber medsos paslon 01 terlihat hadir merupakan anak muda.

Syukuran kali ini juga untuk merespon hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan berdasarkan rekapitulasi sementara Situng KPU yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul dari paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua TKN Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang bekerja, terutama tim yang menangani media sosial selama kurun waktu tujuh bulan kampanye.

Sebab ia melihat tim medsos Joko-Ma'ruf mampu bekerja optimal meski saat awal mengalami berbagai hambatan.

"Lumrah kalau pertama kali bekerja sama, pasti kan harus ada konsolidasi," kata Erick saat menghadiri syukuran 01 di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (30/4).

Erick menuturkan tim medsos secara perlahan membuat Jokowi-Ma'ruf unggul lewat berbagai konten. Bahkan, tim medsos mampu melawan berbagai konten negatif yang diarahkan kepada paslon 01 di medsos.

Kemampuan tim medsos tersbut, kata Erick, karena selalu bekerja dengan panduan pada konten-konten positif yang berisi tentang capaian kerja dan program Jokowi-Ma'ruf.

"Dan yang terpenting alhamdulillah hasilnya maksimal. Bahwa semua dengan konsolidasi terbukti sosmed kita positif," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan awal mula dibentuknya tim medsos dibentuk untuk memberi pendidikan kepada masyarakat dalam pemilu. Hasto berkata TKN tidak ingin masyarakat terjerumus ke dalam kampanye hitam.

Terkait hal itu, Hasto pun mengungkit kemampuan Arya Sinulingga selaku Juru bicara TKN dan pimpinan tim medsos TKN. Ia menilai Arya mampu mengeliminir kampanye-kampanye hitam menyudutkan Jokowi-Ma'ruf di medsos.

"Alhamdulillah tim sosmed kita berada di jalur kebenaran. Tidak ada politik hitam yang kita perkenalkan," ujar Hasto.

Di sisi lain, Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono menyebut terpilihnya Arya didasari pertimbangan yang panjang. Sebab, Arya diketahui pernah menjadi Direktur Komunikasi dan Media Prabowo-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

"Jadi awalnya seluruh tim keberatan. Tidak bisa karena Arya jadi komandan lawan kita dulu. Kali ini tidak berat, Arya sudah di bawah saya," ujar Tenggono. (jps/osc)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZN7zyg
May 01, 2019 at 04:53AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2ZN7zyg
via IFTTT

No comments:

Post a Comment